Lamongan, 21 Februari 2016, Forum Mahasiswa Lamongan
se-Jabodetabek menggelar event akbar yang bertajuk “ICS (Indonesian Culture
Studies)”. Acara tersebut dikemas dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai
dari lomba cipta dan baca puisi, lomba menulis esai, lomba tari kreasi
tradisonal, dialog budaya, dan ditutup dengan
pertunjukan wayang kulit oleh Ki Dalang Sujiwo Sutejo.
Dalam kesempatan itu, beberapa siswa dari SMA NU 1 Model
turut bepartsipasi di dalamnya dengan mengikuti lomba cipta dan baca puisi.
Beberapa di antaranya yaitu Mohammad Afis, Andina Nuril Cholifah, Nenny
Vitriya, dan Ziana Walidah. Sistematika lomba ini dilakukan dengan cara setiap peserta
mengirimkan karya puisi orisinil yang diguratnya sendiri. Puisi tersebut lalu
diseleksi oleh tim dewan juri. Puisi yang lolos kemudian dibacakan oleh
pengarangnya di depan tim dewan juri.
Bagaikan mendapat durian jatuh. Mungkin istilah itu yang
sangat tepat kali ini. Ya, tiga dari empat siswa SMA NU 1 Model berhasil
menyabet juara. Andina Nuril Cholifah dinobatkan sebagai juara 2, Mohammad Afis
sebagai juara harapan 1, dan Nenny Vitirya sebaga juara harapan 2, lomba cipta
dan baca puisi Indonesia Culture Studies tahun 2016.
“Tak menyangaka, saya menjadi juara dua. Sesuatu yang begitu
mengejutkan. Perasaan bangga bercampur haru saya rasakan. Tak ada yang dapat
saya ucapkan, kecuali rasa syukur yang melimpah kepada Allah SWT. Dan terima
kasih kepada Bapak/Ibu Guru yang telah membimbing saya hingga sampai pada
tangga juara.” tutur Andina, gadis 18 tahun asal Gelap Laren Lamongan ini.
“Semua ini berkat kerja keras dan bimbingan dari Bapak/Ibu
guru kami. Meski baru bisa menjadi harapan kedua, tapi ini prestasi yang begitu
membanggakan bagi saya. Semuanya saya persembahkan untuk kedua orang tua saya.
Saya berjanji akan bisa lebih baik lagi. Dan akan selalu mengharumkan nama baik
SMA NU 1 Model.” Ungkap Nenny Vitriya, siswi kelas X.1 asal Kedungmegarih
Kembangbahu Lamongan. Gadis kelahiran 09 Januari 2001 ini juga menambahkan
bahwa juara merupakan sebuah anugera. Dan yang patut untuk diapresiasi adalah
proses penggapaiannya.






0 comments:
Post a Comment